Peserta Sertifikasi Menjadi Unicorn yang Mengembangkan Disruptive Digital Economy

Perencanaan dan Evaluasi 27 -09- 2017

Tang-Sel, 27 September 2017 -- Sertifikasi Berbasis SKKNI Bidang Komunikasi untuk Angkatan Kerja Muda Bidang Komunikasi, yang telah 25 kali diselenggarakan Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Komunikasi, kali ini digelar di Soll Marina Hotel, Tangerang Selatan sebagai kegiatan Sertifikasi ke-26 pada tahun 2017. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 26 sampai 29 September 2017 ini mengundang 76 orang peserta lulusan SMK, Diploma, dan S1 bidang komunikasi dari wilayah Tangerang Selatan, Tangerang, Depok, Bogor, dan Jakarta.

Kegiatan dibuka pada tanggal 26 September 2017 dengan rangkaian acara yaitu laporan yang disampaikan oleh panitia penyelenggara, Sambutan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dan Sambutan sekaligus Pembukaan oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dalam laporan panitia penyelenggara yang dibacakan oleh Kepala Bidang Literasi, Drs. Ricky H. Paat, disampaikan bahwa kegiatan Sertifikasi untuk Angkatan Kerja Muda selama tahun 2017 telah diikuti oleh total peserta sebanyak 1803 orang, dengan tingkat kompetensi peserta mencapai 76 persen atau 1369 orang tercatat kompeten.

Pembukaan dilanjutkan dengan Sambutan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Drs. H. Ismunandar, MM. Dalam Sambutan tersebut, Ismunandar menyampaikan harapannya agar dari kegiatan ini tersedia dukungan SDM yang berkualitas dan kompeten dalam mewujudkan percepatan implementasi Tangerang Selatan menjadi Smart City.

Pada sesi acara Pembukaan selanjutnya, Prof. Dr. Gati Gayatri, MA menyampaikan Sambutan Kepala Badan Litbang SDM dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam Sambutannya mewakili Kepala Badan Litbang SDM, Prof. Gayatri berpesan agar peserta mengoptimalkan diri mengikuti uji kompetensi, sehingga setelah mengikuti sertifikasi dapat mengupayakan diri menjadi unicorn (pengembang aplikasi digital yang bisa menjadi besar dan menjadi andalan) dalam disruptive digital economy.

Acara hari pertama dilanjutkan dengan penjelasan materi uji kompetensi dan penyegaran materi yang pernah dipelajari hingga malam hari, disambung dengan uji kompetensi yang dimulai keesokan harinya. (ID)